Kunjungan GEF-SGP & Kementerian LH ke Mitra P3MN

Bulan September 2011, GEF SGP & Kementerian Lingkungan Hidup  melakukan kunjungan ke mitra P3MN . Kunjungan ini merupakan kunjungan yang kesekian kalinya sejak P3MN bermitra dengan GEF SGP  , namun baru kali ini menyertakan pihak Kementerian LH yang  merupakan mitra GEF SGP dalam menjalankan program di Indonesia. Kunjungan GEF-SGP  ini dilakukan di Desa Rugemuk , Kec. Pantai Labu , Kabuapten Deli Serdang dan Desa  Nagalawan, Kabupaten Serdang Bedagai. Di desa Rugemuk pihak GEF-SGP Indonesia dan Kementerian LH, berdikusi dengan Kelompok BPHM ( Badan Pelestarian Hutan Mangrove) yang diketuai Ucok Dogol. Diksusi yang membahasa tentang bagaiamana berjalannya program serta hamabtan yang dialami oleh kelompok dalam menjalankan upaya pelestarian mangrove. Pada kesempan ini, pak Ucok Dogol menunjukkan kegiatan pembibitan mangrove yang sudah lama digelutinya. Rombonganpun di bawa ke lokasi pembibitan  yang dipenuhi  mangrove sebanyak 200.000 bibit. Persoalan yang dihadapai dalam kegiatan nursery (pembibitan) adalah pasar bibit yang tidak menentu. Banyak bibit yang belum terjual, sehingga modal pembibitan lama sekali balik. Selain itu, upaya BPHM dalam mendorong wisata mangrove masih terkendala soal ijin pembangunan pondok dari pihak Dinas Kehutanan. Pendirian pondok di areal hutan mangrove dimaksudkan agar pengunjung nantinya bisa menikmati suasana rindangnya hutan sekaligus bisa melihat ekosistem mangrove lebih dekat.

Bibit Siap Tanam
Bibit Siap tanam

Diskusi dengan Pak Ucok Dogol

Setelah dari Rugemuk rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Nagalawan , Kec.Perbauangan , Kab. Serdang Bedagai. Di Nagalawan berdiskusi  dengan Kelompok Muara Tanjung, mitra GEF-SGP  tahun 2010 dengan program Pelestaraian Pantai dan Pengolahan Kuliner Berbasis pesisir dan laut. Kelompok Muara Tanjung yang seluruh anggota adalah perempuan/,isteri -isteri nelayan . Kegiatan yang sudahberhasil mereka lakukan adalah pengolahan makanan berbahan mangrove seperti, sirup , dodol, krupuk dll. Produk-produk Kelompok Muara Tanjung sudah sering dikutsertakan dalam pamaeran baik di tingkat lokal maupun nasional. Produk andalan kelompok adalah kerupuk jeruju (Acantus ) jenis mangrove ikutan. Produk krupuk tersebut sudah dipasarkan di tingkat lokal khsusunya di Pasar Bengkel Perbaungan, Kabuapten Serdang Bedagai. Selain itu pemasarannya juga dilakukan dengan cara hand to hand. Selain berbahan mangrove, produk olahan kelompok juga ada berbahan ikan yakni abon. Semua produk Kelompok sudah mendapatan ijin IPRT dari dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai. Pihak Kementerian menunjukkan rasa apreseasi atas hasil yang dicapai. Karena selain mengolah produk, kelompok juga melakukan kegiatan konservasi mangrove yang saat ini di dorong menjadi lokasi wisata edukasi . Mangrove yang dikelola kelompok Muara Tanjung yang bekerjasama dengan Kelompok Muara Baimbai (Gabungan antar kelompok), dijadikan sebagai wisata edukasi agar terberntuk budaya konservasi bagi kalangan masyarakat terutama generasi muda, sehingga akan mencintai lingkungan pesisir dan laut. Untuk menunjukkan kegiatan konservasi, rombongan dibawa ke lokasi penanaman mangrove dan lokasi pantai sebagai areal wisata.

Naik sampan menuju Lokasi tanam
Naik sampan menuju lokasi tanam
Kunjungan GEF- SGP & Kementerian LH ke Muara Tanjung
Kunjungan GEF SGP Indonesia & Kementerian LH